Bengawan Solo Jadi Primadona di Festival Tokyo - Grosir Baju Murah | GROSIR dan ECERAN BAJU MURAH | BATIK MURAH SOLO Grosir Baju Murah
 
 
Picture
SABTU dan Minggu, 10-11 Juli lalu, Taman Yoyogi, sekitar 5 menit berjalan kaki dari Harajuku (pusat keramaian kawula muda di Tokyo) lain dari biasanya. Budaya Indonesia hingga aneka makanannya tersaji. 

Rampak kendang dan sisingaan, atraksi khas Jawa Barat yang meriah serta dinamis, ditampilkan untuk mengawali acaraPembukaan Festival Indonesia yang digelar KBRI Tokyo di Taman Yoyogi.

Lagu Manuk Dadali dengan iringan angklung dan degung menambah atmosfer Festival Indonesia menjadi sangat Priangan. Sebagian pengunjung menikmati pertunjukan sambil menikmati siomai yang dijajakan stan makanan.

Suhu panas Tokyo yang siang itu mencapai 30 derajat Celsius tidak menghalangi kehadiran sekitar 60.000 pengunjung, yang dibuat takjub dengan berbagai tarian Indonesia yang ditampilkan tim dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, mahasiswa Indonesia di Tokyo, Sekolah Republik Indonesia Tokyo, serta berbagai sanggar tari di Tokyo dan sekitarnya. 

Ada sekitar 160 personel yang tampil dalam acara ini. Uniknya, separuh lebih peserta adalah masyarakat Jepang yang sangat luwes menari maupun membawakan lagu-lagu Indonesia.

Ratna Ayu, yang sejak September 2009 mengadu peruntungan di Jepang serta Lisa Halim, tidak ketinggalan tampil di hari pertama. Indonesia Pusaka yang dinyanyikan sekitar 20 pensiunan Jepang yang pernah bermukim di Indonesia dan tergabung dalam komunitas Lagu-Lagu Kai mampu menghanyutkan perasaan masyarakat Indonesia teringat kampung halaman. 

Terlebih ketika mereka menyanyikan lagu Lisoi dan Bengawan Solo. Dalam acara ini Bengawan Solo tampak menjadi primadona. Karena tidak hanya dibawakan oleh Lagu-Lagu Kai saja, tetapi juga oleh Tim Angklung mahasiswa Tokyo University dan tim dari Jakarta.

Band Utopia asal Bandung yang digawangi Tommy (drum), Dodo (gitar), Deny (melodi), Indra (bas dan backing vocal), dan lead vocal sekaligus akustik, Pia, tampil panas menghibur penggemarnya di Jepang.

Hujan pada sore di hari kedua tidak menghalangi pengunjung untuk terus berinteraksi dengan Utopia yang menampilkan lagulagu andalannya, seperti Aku Mencintaimu Sampai Mati dan Serpihan Hati. 

Suasana di hari kedua itu lebih mirip pesta rakyat. Festival ini juga merupakan ajang wisata kuliner. Ada 10 stan yang menjajakan berbagai masakan mulai dari sate, mi ayam, bakso, nasi campur, siomai, empek-empek, nasi goreng, cendol, hingga es campur.
(Koran SI/Koran SI/nsa)

10/25/2010 11:35:11 am

The life without goal is not substantial! Would you have a goal? Are you ready?

Reply



Leave a Reply.


 
Grosir Baju Murah